Laman

Kamis, 08 April 2010

Premier League

The Premier League is an English professional league for association football clubs. At the top of the English football league system, it is the country's primary football competition. Contested by 20 clubs, it operates on a system of promotion and relegation with The Football League. The Premier League is a corporation in which the 20 member clubs act as shareholders. Seasons run from August to May, with teams playing 38 games each totalling 380 games in the season. Most games are played on Saturdays and Sundays, with a few games played during weekday evenings. It is sponsored by Barclays Bank and therefore officially known as the Barclays Premier League.
The competition formed as the FA Premier League on 20 February 1992 following the decision of clubs in the Football League First Division to break away from The Football League, which was originally founded in 1888, and take advantage of a lucrative television rights deal. The Premier League has since become the world's most watched sporting league.[1] It is the world's most lucrative football league, with combined club revenues of £1.93 billion ($3.15bn) in 2007–08.[2] It is also ranked first in the UEFA coefficients of leagues based on performances in European competitions over the last five years, ahead of Spain's La Liga and Italy's Serie A.[3]
A total of 43 clubs have competed in the Premier League, but only four have won the title: Arsenal, Blackburn Rovers, Chelsea, and Manchester United. The current champions are Manchester United, who won their eleventh Premier League title in the 2008–09 season, the most of any Premier League team. This title triumph also levelled United and Liverpool on 18 top-flight championships altogether.

Premier League.svg

Cloudy with a Chance of Meatballs

Cloudy with a Chance of Meatballs is a children's book written by Judi Barrett and illustrated by Ron Barrett. It was first published in 1978 by the Simon & Schuster imprint Atheneum Books, followed by a 1982 trade paperback edition from sister company Aladdin Paperbacks.[1] Pickles to Pittsburgh, the sequel to Cloudy with a Chance of Meatballs, was published in 2000 by Atheneum Books; a hardcover edition followed in 2009.

Plot

The book is about two children, Henry and his sister, who listen to their grandfather tell the story of the town of Chewandswallow, where the weather comes three times a day, at breakfast, lunch, and dinner, and is always food and beverages. The rain is juice and soup, the snow is mashed potatoes, and the wind brings hamburgers. Because of this phenomenon, there are no grocery stores. However, when floods and storms of giant food come, the population is forced to leave Chewandswallow on boats made of bread, and adapt to their new lives in the world where the sky doesn't bring food.



Cloudy with a Chance of Meatballs

Lady Gaga

Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986; umur 24 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah seorang pemusik Amerika Serikat. Ia menulis lagu untuk Interscope Records, selain itu ia sendiri juga menyanyi. Mula-mulanya ia menyanyi di klub-klub di kota New York.

Lady Gaga terutama dikenal karena pakaiannya yang provokatif dan ekstravagan serta pengaruhnya yang besar terhadap selebiritis lainnya. Gaya musiknya diilhami oleh para rocker glam seperti David Bowie dan Queen serta penyanyi seperti Michael Jackson dan Madonna. Ia telah memproduksi dua buah album (satu album dan satu album repackage) berjudul "The Fame" (2008) dan "The Fame Monster" (2009). Album pertamanya dirilis pada tanggal 19 Agustus 2008 di Amerika Serikat. Album ini menjadi Album nomor 1 beberapa negara seperti Kanada, Austria, Jerman, dan Irlandia. Setelah itu, ia menjadi nominasi untuk 6 kategori di Grammy Award dan memenangkan kategori Best Electronic/Dance Album dan Best Dance Recording.


Gaga on Fame Ball1-edit.jpg

Hanif Sjahbandi

Seorang remaja Indonesia dapat pengalaman di klub Manchester United. Hanif Sjahbandi, yang juga merupakan anggota tim nasional U-13 Indonesia mendapat pengalaman berharga bisa menimba ilmu di Manchester United Soccer School.

Hanif, yang lahir pada 7 April 1997, ikut dalam sekolah singkat yang digelar di Manchester United Soccer School, Manchester, Inggris. Di sana Hanif juga ikut berkompetisi dalam arena World Skills Final.

“Hanif pertama kali berangkat ke MU, Juli 2009. Dia kemudian terpilih sebagai siswa terbaik dan diundang untuk tampil pada World Skills Final bulan Oktober 2009,” kata Tia Aryasyah, ibu Hanif kepada VIVAnews, Selasa, 2 Februari 2010.Hanif ikut program pembibitan MU pada tahun 2009 lalu. Di sana ia bergabung dengan beberapa orang pemain muda lain dari beberapa negara.

Para pemain muda itu selain mendapat pelajaran mengolah bola juga berkesempatan bertemu dengan skuad inti MU.

Tahun lalu Hanif adalah anggota timnas U-13 yang turun di AFC U13 Festival of Football yang digelar di Sabah, Malaysia Mei-Juni 2009. Posisinya adalah pemain bertahan.


Rabu, 07 April 2010

David Archuletta

David James Archuleta (lahir di Miami, Florida, Amerika Serikat, 28 Desember 1990; umur 19 tahun) atau yang lebih dikenal dengan dengan nama David Archuleta adalah penyanyi asal Amerika Serikat. Ia menjadi finalis American Idol musim ketujuh dan menjadi runner-up dengan memperoleh 44 juta suara.

Kehidupan Awal

David Archuleta lahir di Miami, Florida. Ayahnya, Jeff Archuleta adalah seorang pemusik jazz, sedangkan ibunya, Lupe Marie Archuleta ialah seorang penyanyi dan penari yang berasal dari Honduras. Pada usia enam tahun ia dan keluarganya berpindah ke Salt Lake Valley, Sandy, Utah. Sekarang ia dan keluarganya tinggal di Murray, Utah. David Archuleta memiliki empat saudara, Claudia (18), Daniel (14), Jazzy (11) dan Amber (9). David Archuleta masih tercatat sebagai murid Murray High School.

David Archuleta dibesarkan di keluarga yang mencintai musik. Pada usia enam tahun Ia mulai bernyanyi setelah menonton video Les Miserables. Ia tidak dapat berhenti menyanyikan lagu-lagu Les Miserables setelah menonton video tersebut, saat itulah ayahnya, Jeff, mengetahui bahwa anaknya memiliki bakat alami sebagai penyanyi.

Pada usia sepuluh tahun, David menyanyi untuk pertama kalinya dihadapan publik. Ia mengikuti kompetisi menyanyi Utah dan menyanyikan lagu Dolly Parton yang berjudul “ I Will Always Love You “, Ia memperoleh sambutan yang sangat meriah dari penduduk Utah yang menontonnya dan menjuarai kategori anak-anak. Di usia sebelas tahun ia memulai debutnya di televisi pada Jenny Jones Shows dalam episode future latino stars dengan menyanyikan lagu “ And I telling You I’m Not Going”

David Archuleta pernah mengalami kerusakan pita suara akibat penyakit bronkhitis yang menyerangnya setelah ia mengikuti Star Search. Salah satu pita suaranya lumpuh, yang mengakibatnya ia terdengar seperti kesulitan bernafas apabila bernyanyi ataupun berbicara. David pernah ditawari untuk melakukan operasi, tetapi operasi tesebut terlalu beresiko sehingga David memutuskan tidak akan melakukan operasi. Kini Ia merasa bahwa ia telah sembuh total dari penyakitnya.

Pengaruh Musik

Pada banyak kesempatan wawancara David menyebutkan bahwa ia sangat menyukai musik-musik John Mayer, Natasha Bedingfield, Sara Barailles, dan Jason Mraz. Dalam wawancaranya yang terbaru di acara The View , 24 Juni 2008, Ia menyebutkan bahwa ia sangat mengidolakan Eva Cassidy. Dalam sesi tanya jawab American Idol ia menyebutkan nama Natalie Cole, Stevie Wonder, Kirk Franklin, dan Bryan Adams sebagai pemusik yang mempengaruhi musiknya. Tamyra Gray, Elliot Yamin, Jennifer Hudson, Jordin Sparks, dan Fantasia sebagai alumni American Idol favoritnya.

Saat kecil, David yang ayahnya ialah pemusik Jazz dan ibunya penyanyi latin banyak mendengarkan musik jazz, gospel, pop, rock dan soul. Sedangkan ibunya sering memainkan musik yang membuat ia dan saudara-saudaranya menari. Selain itu, David juga mengutarakan dalam beberapa wawancara bahwa ia menyukai musik Broadway.


Berkas:David Archuleta in parade.jpg